TULUNGAGUNG — Sekolah Alam Mutiara Umat yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Hajjah Bayyatin selama tiga hari ini mulai tgl 03 - 05 November 2026 melaksanakan Pelatihan Pembina Tahap 1 SAS (Sekolah Alam Student Scout).
Acara yang diikuti oleh oleh para pendidik jenjang TK, SD, hingga SMP Alam Mutiara Umat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengimplementasikan konsep sekolah alam secara optimal.
Pembukaan Resmi dan Jejak Historis Pendidikan
Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Alam Mutiara Umat sekaligus Kepala SD Alam Mutiara Umat, Bapak Yos Yahyadi, S.Pi., S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Master SAS dari Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), Pak Cahya Zailani, beserta Bapak Hamzah dari tim SAS.
Beliau menceritakan sejarah berdirinya yayasan yang mengusung nama Hajjah Bayyatin, nenek beliau yang merupakan seorang guru SD di Tulungagung pada tahun 1960-an bersama sang kakek, Mbah Kakung Adipranoto. Semangat perjuangan dalam dunia pendidikan tersebut kini diturunkan dan terus dihidupkan untuk menginspirasi para jajaran pendidik di Sekolah Alam Mutiara Umat.
"Pelatihan ini menjadi modal berharga bagi para pembina dalam memperkuat pilar akhlak dan kepemimpinan (leadership) siswa, guna mencetak generasi yang mampu membawa peradaban rahmatan lil 'alamin," tegasnya sebelum membuka acara secara resmi dengan bacaan basmalah.
Pendidikan Berbasis Keteladanan dan Peradaban
Dalam sesi pengarahan, Pak Cahya Zailani selaku Master SAS menekankan pentingnya peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa berbasis nilai-nilai Islam. Beliau menjelaskan beberapa poin krusial bagi para pendidik:
Pendidikan sebagai Kunci Peradaban:
Bangsa yang kokoh hanya dapat dibangun melalui proses pendidikan yang tepat dan konsisten.
Pendidik sebagai Keteladanan : Mengutip Surah As-Saff ayat 2-3, pendidikan tidak cukup sekadar transfer ilmu literasi digital atau teori. Pendidik harus memiliki keselarasan antara perkataan dan perbuatan (keteladanan nyata).
1. Penguatan Nilai Akhlak yang Tuntas:
Pembentukan karakter dan nilai akhlak harus diselesaikan sejak dini agar anak didik memiliki benteng moral yang kuat hingga dewasa.
2. Keikhlasan dan Kesungguhan Peran:
Pendidik diimbau untuk tidak meremehkan sekecil apa pun kontribusi mereka dalam mendidik generasi muda.
3. Metode Pelatihan yang Interaktif
Di awal materi dijelaskan tentang Open Mind antara Scouting, Outbound dan SASS. Kami sebagai peserta diajak aktif berdiskusi, bertanya menyampaikan gagasan.
Melalui pelatihan tahap awal ini, Sekolah Alam Mutiara Umat berharap dapat terus mencetak pendidik yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap mendampingi para siswa menjadi agen perubahan di masa depan. Semoga Allah mudahkan.. 🤲🤲





Tidak ada komentar:
Posting Komentar